Wasit Tendang Kaki Dan Berikan Kartu Merah Untuk Diego Carlos Saat Nantes Hadapi PSG

Tony Chapron, Diego Carlos nantes, psg

Tony Chapron tendang Diego Carlos

Wasit Tony Chapron membuat dirinya menjadi pusat perhatian saat Nantes menghadapi Paris Saint Germain pada hari Senin kemarin puku 03.00 WIB. Pasalnya menjelang akhir pertandingan babak kedua, Ia terguling dan sempat menendang tulang kering Diego Carlos dan memberikan dua kartu kuning secara langsung. Hal ini membuat bingung banyak pihak.

Memang dalam pertandingan Ligue 1 putaran ke 20, Nantes menjamu PSG di Stade de la Beaujoire dengan penuh perjuangan. Pasalnya mendominasi pertandingan baik dalam hal penguasaan bola maupun menciptakan peluang. Meskipun demikian, Nantes mampu bertahan dengan baik.

Mereka memang sempat menelan sebuah gol dimenit ke 12, saat Edinson Cavani yang memberikan umpan trobosan kepada Angel di Maria, dan pemain asal Argentina itu pun mampu membenamkan umpan tersebut ke pojik kiri bawah gawang.

Nantes mampu meredam semua serangan dari raksasa Liga Prancis tersebut dan sesekali menyerang dengan serangan balik cepat. Namun pada saat injury time babak kedua terlihat kejadian tak lazim dimana sang pemimpin pertandingan itu berusaha menendang tulang kering dari pemain sayap Nantes, Diego Carlos. Carlos pun terlihat bingung mengapa sang wasit melakukan tersebut dan saat ia mempertanyakan, ia malah diperi dua kartu kuning yang mengakibatkan dirinya keluar lapangan.

Saat di menit ke 90 +1, Nantes melakukan serangan balik dan Carlos segera berlari untuk bergabung dalam serangan itu, namun Chapron yang terlalu fokus pada bola, secara tiba-tiba menghalangi arahnya berlari dan sang wasit terguling dan berusaha menyepak Carlos.

Berbicara setelah pertandingan, pemain lini depan Nantes yaitu Valentin Rongier, mengungkapkan dengan yakin bahwa pemain tak akan melakukan hal tersebut dengan sengaja karena akan menerima tindakan disipliner.

“Saya tahu ini sulit menjadi wasit tapi kadang-kadang Anda perlu mengajukan pertanyaan pada diri sendiri,” katanya. “Jika pemain melakukannya, dia mendapat larangan 10 pertandingan.”

Meskipun demikian, Presiden Nantes yaitu Waldemar Kita, mengakui hanya pasrah dengan keadaan dan mengatakan, “Apa yang kau ingin aku katakan padamu? Jika saya berbicara terlalu banyak, saya akan dipanggil oleh komite etika. Kami tidak punya hak untuk mengatakan apapun. Ini memalukan untuk melihatnya. “