Wapres Monaco Ungkap Alasan Melepaskan Anthony Martial Dan Menahan Thomas Lemar

Thomas Lemar Anthony Martial, Thomas Lemar, Anthony Martial, Thomas Lemar AS Monaco, Anthony Martial Manchester United, Thomas Lemar Vadim Vasilyev, Ligue 1, Liga Prancis

Thomas Lemar – Anthony Martial

Belum lama ini Vadim Vasilyev selaku wakil presiden klub dari AS Monaco, mengungkapkan bahwa terdapat perbedaan besar dalam pengambilan keputusan apakah mereka akan melepaskan dua bintang mudanya atau menahannya lebih lama lagi. Kedua pemain yang dimaksud adalah Anthony Martial dan juga Thomas Lemar yang sempat mengalami hal seperti itu.

Menurut wakil presiden klub,  Anthony Martial merupakan pemain muda berbakat juga yang pergi dari Monaco menuju Manchester United pada musim panas 2015, dengan alasan mematuhi peraturan Financial Fair Play UEFA. Ia dilepaskan pada hari batas waktu bursa transfer akan berakhir, dan tim asal Prancis tersebut menjual pemain internasional Prancis itu ke Old Trafford dalam sebuah kesepakatan yang dikabarkan bersih ke Monaco sebesar 80 juta euro atau hampir setara dengan 1,3 trilyun rupiah, jika semua bonus terpenuhi.

Sementara disisi lain dimusim panas ini, dua klub dari Premier League yaitu Arsenal dan Liverpool, juga telah meluncurkan penawaran untuk pemain muda berbakat lainnya yaitu Thomas Lemar. Namun meskipun ada penawaran dari dua klub papan atas dari Inggris tersebut, Monaco lebih memilih untuk tidak melepaskan pemain internasional Prancis itu. Menurut Vasilyev, terdapat perbedaan besar dalam kedua kasus, dimana keadaan keuangan klub pada tahun 2015 sangat  berbahaya dan bisa gagal memenuhi FFP.

“Pada 2015 kami harus melepaskan sang pemain agar bisa memenuhi kondisi FFP, jadi ini lebih merupakan kewajiban,” kata Vasilyev kepada L’Equipe saat ditanya apa perbedaan antara Martial dengan Lemar. “Kami saat ini aman dan sehat secara finansial.”.

“Anda dapat menjual jika Anda berpikir itu adalah saat yang tepat. Anda harus menerima risiko (untuk kemudian menjual seseorang dengan harga lebih rendah di lain waktu) dan ini dengan mengambil risiko yang kita dapatkan di sini. “, jelasnya.

Monaco, yang memenangi Ligue 1 musim lalu dan berhasil membuat langkah menuju semifinal Liga Champions, telah menjual beberapa pemain kunci di bursa transfer musim panas ini, termasuk juga bintang andalannya yaitu Kylian Mbappe, Benjamin Mendy dan masih ada lagi yang lain.

Penjualan tersebut akhirnya menghasilkan pundi-pundi sekitar 327 juta euro ke klub atau sekitar hampir setara 5,3 trilyun. Bahkan Monaco mungkin bisa menghasilkan tambahan lagi sebesar 150 juta euro atau setara dengan 2,4 trilyun rupiah lagi, jika mereka mau melepaskan Thomas Lemar dan Fabinho, yang kabarnya telah menjadi target Manchester United dan Paris Saint-Germain. Meskipun demikian, Vasilyev mengatakan bahwa mendongkrak performa pemain untuk dapat dijual dengan harga tinggi, bukanlah tujuan klub.

“Penjualan adalah konsekuensi dari memiliki musim yang hebat, gelar liga, manajer hebat dan jaringan rekrutmen dan jaringan pemcari bakat yang sangat baik,” lanjut Vasilyev. “Kami tidak ingin rekaman sejarah (pemecah rekor transfer). Kami ingin mempertahankan tim yang kompetitif sambil menghormati model ekonomi kami. Dan hari ini, kami sudah berhasil.”.

“Impian saya selalu mengembangkan model, baik secara ekonomi maupun olahraga, sejauh mungkin. Saya telah mengatakannya beberapa tahun yang lalu dengan majalah Forbes; Saya melihat bahwa itu adalah sebuah kemungkinan. “.

Dilain pihak pembelanjaan pemain oleh PSG terhadap Mbappe dan Neymar, dimana keduanya merupakan dua transfer paling mahal dalam sejarah hingga saat ini, sekarang mendapat sorotan atas pelanggaran FFP.

Tentu hal ini pernah terjadi beberapa waktu yang lalu oleh Monaco yang melakukan pelanggaran FFP. Vasilyev pun diminta untuk mengomentari situasi saingannya namun Ia mengakui bahwa ia memerlukan lebih banyak informasi sebelum memberikan pendapat.

“Saya perlu mengetahui semua fakta agar bisa mengetahui sepenuhnya situasinya,” jelasnya. “Saya pikir mereka telah mempertimbangkannya lebih pada sudut pendapatan dan sponsor, terutama dengan Nike.