Tiga Calon Pelatih Baru Real Madrid

Mencari pengganti Zinedine Zidane di Real Madrid merupakan tugas yang teramat sulit, ditambah lagi mereka telah ditinggal pemain terpentingnya yakni Cristiano Ronaldo.

Pelatih anyar Los Blancos Julen Lopetegui mau menerima tawaran itu di awal musim ini. Awalnya di lima laga perdana, segala sesuati berjalan seperti apa yang merkea harapkan.

Namun sayang belakangan ini rentetan hasil minor mereka dapat plus gagal bikin gol dalam empat laga terakhir mengancam posisi Lopetegui sebagai pelatih kepala. Dari sumber yang kami dapatkan, duel kontra Barcelona bakal menentukan masa depan Lopetegui di Santiago Bernabeu.

Dan di bawah ini adalah tiga kandidat suksesor Julen Lopetegui jika benar-benar dipecat oleh Florentino Perez.

1. Guti

guti hernandez 2018

Sebagai salah satu legenda Real Madrid, Guti, dianggap bisa menyamai prestasi mantan rekan setimnya Zinedine Zidane ketika dipercaya menjadi etrenadore El Real selanjutnya. Sekarang ini Guti masih menjadi asisten pelatih di klub Turki, Besiktas. Namun bila manajemen Madrid menawarnya, Guti tentu takkan menolak.

Pria kelahiran Spanyol 41 tahun lalu telah mengetahui seluk beluk klub dan sempat melatih Real Madrid junior dari 2013 sampai 2018.

2. Santiago Solari

Santiago Solari 2018

Dalam laporan yang dikeluarkan oleh AS, Madrid masih menjajaki kemungkinan manajer Castilla mereka, Santiago Solari.

Walau mustahil rasanya Madrid bakal langsung menyodorkan kontrak dengan skala besar kepada Solari, pria internasional Argentina tersebut mungkin lebih dulu dipercaya sebaga caretaker apabila Lopetegui gagal meraih hasil impresif dalam lawatan ke Camp Nou pada tanggal 28 Oktober.

3. Antonio Conte

antonio conte 2018

Terakhir sejumlah media ternama Antonio Conte sebagai suksesor Julen Lopetegui paling favorit. Saat ini Conte adalah satu-satunya manajer kondang yang belum memiliki klub, seluruh kemampuan yang dia miliki bisa merubah nasib Madrid.

Eks pelatih Chelsea tersebut konon sempat masuk dalam list pelatih baru Madrid sebelum manajemen memilih Lopetegui, sayang sikap keras sang pelatih membuat jajaran petinggi berubah pikiran. Akan tetapi Madrid kini mulai berpikir jika metode Conte bisa menjaga skuat tetap disiplin.