Selalu Menang Setiap Pertandingan, Franck Ribery Puji Jupp Heynckes

Jupp Heynckes Franck Ribery Bayern Munich, Jupp Heynckes Franck Ribery, Bayern Munich, Jupp Heynckes, Franck Ribery Bayern Munich, Jupp Heynckes Bayern Munich, Franck Ribery, Bundesliga, liga jerman

Jupp Heynckes Franck Ribery Bayern Munich

Jawara Bundesliga lima musim terakhir secara beruntun yaitu Bayern Munich, telah berhasil melewati lima pertandingan yang tak terkalahkan disemua kompetisi sejak pelatih veteran mereka kembali ke Allianz Arena untuk keempat kalinya, Jupp Heynckes. Dan pemain sayap mereka yaitu Franck Ribery, juga sempat memuji pengaruh pelatih berusia 72 tahun itu sejak kembali ke klub.

Heynckes tiba di awal bulan Oktober setelah Carlo Ancelotti dipecat dari kursi kepelatihan, menyusul kekalahan 3-0 Liga Champions melawan Paris Saint-Germain, ditambah dengan perjuangan mereka dalam menjalani kompetisi Bundesliga dari awal kampanye musim ini, bahkan sudah terlihat tak cemerlang saat pertandingan pra musim.

Sempat diambil alih oleh Willy Sagnol untuk satu pertandingan dengan hasil imbang, Heynckes pun hingga kini berhasil membawa mantan klub asuhnya, meraih kemenangan di tiga kompetisi yang berbeda, DFB Pokal, Liga Champions dan Bundesliga.

Ribery sendiri masih percaya bahwa pelatih berusia 72 tahun yang pernah membimbing Bayern meraih gelar juara di tiga kompetisi itu sekaligus pada tahun 2013, telah membuat semua perbedaan.

“Dia memberikan nafas kehidupan baru ke dalam tim dan telah menyatukan kita bersama,” katanya pada Kicker. “Dia memberi para pemain kepercayaan diri dan berbicara kepada kami secara kuat.”

Saat dibawah pelatih lamannya Ancelotti, ia tak menjadi favorit ditim utama, namun Ribery berharap bisa bermain lebih teratur di bawah pelatih asal Jerman itu, meskipun saat ini ia tak bisa dimainkan karena mengalami cedera ligamen lutut yang membuatnya mungkin akan bisa dimainkan sebelum tahun ini berakhir.

“Saya sangat senang dia kembali, dia tahu apa yang bisa saya lakukan,” katanya. “Ketika kami bertemu untuk pertama kalinya di Säbener Strasse, kami berpelukan, sebuah hubungan spesial, saling percaya, dekat, tulus, dan Heynckes bertanggung jawab atas hal itu bahwa saya begitu hebat di tahun 2013.”.

Kemampuan Heynckes akan kembali diuji saat Bayern akan mejalani perjalanan menuju Celtic di Liga Champions pada hari Rabu besok pukul 02.45 WIB, dimana dengan kemenangan di Glasgow akan memastikan mereka akan menuju babak sistem gugur, bersama Paris Saint Germain di grup B.