Presiden Real Madrid : Seharusnya Dani Alves Bermain Di Real Madrid

Dani Alves Sunday's Best FIFA Football Awards, Dani Alves,  Sunday's Best FIFA Football Awards, Florentino Perez, Ligue 1, Liga prancis

Dani Alves, Sunday’s Best FIFA Football Awards

Presiden Real Madrid yaitu Florentino Perez belum lama ini mengungkapkan bahwa dirinya sempat bercanda dengan Dani Alves bahwa ia seharusnya bermain untuk Los Blancos. Hal itu Ia ungkapkan pada Sunday’s Best FIFA Football Awards, tanggal 23 September lalu waktu setempat.
Pemain asal Brazil itu memang mengawali karirnya di akademi Esporte Clube Bahia, Brasil, pada usia 13 tahun, namun dalam waktu empat tahun kemudian Ia dilibatkan dalam tim utama Tricolor. Namun setelah bermain satu musim ia sempat dipinjamkan menuju Sevilla pada kampanye 2002–03 dan sempat dimainkan di FIFA World Youth Championship 2003 bahkan menjadi tiga pemain terbaik dalam turnamen tersebut. Akhirnya Ia pun dipermanenkan.
Pada Juni 2006, Sevilla menyetujui untuk melepaskan Alves ke Liverpoolnamun klub tersebut tak ingin menebusnya dengan nilai 8 million poundsterling. Ia pun akhirnya memperpanjang kontrak dengan klub tersebut enam bulan kemudian.
Performanya yang memukau sempat dilirik oleh Chelsea pada musim panas 2007 namun ditolak oleh Sevilla mengingat rendahnya penawaran. Akhirnya semusim kemudian, Ia direkrut Barcelona dengan jumlah total mencapai 30 juta pounsterling termasuk bonus.
Ia pun menjadi bintang di Barcelona bahkan di timnas Brazilnya. Ia juga mencicipi berbagai gelar juara dengan tim Cataalan namun setelah masa baktinya habis pada musim panas 2017, Ia tak memperpanjang kontrak. Dengan status bebas transfer, Ia menuju Juventus dengan masa bakti selama semusim.
Kini Ia beralih menuju Paris Saint-Germain menyusul kepindahan dari Juventus dan dinobatkan sebagai salah satu pemain World XI, bersama Ronaldo, Sergio Ramos, Marcelo, Toni Kroos, dan Luka Modric yang semuanya adalah rival timnya saat bermain di Barcelona.
Sementara Perez telah melihat Cristiano Ronaldo memenangkan penghargaan Best Men’s Player dan Zinedine Zidane meraih penghargaan sebagai Best Men’s Coach 2017.
Perez sempat mengungkapkan kepada bek Brasil itu, yang telah mengantongi enam gelar La Liga dan tiga kali Liga Champions bersama Barca, bahwa ia seharusnya menjadi pemain di Santiago Bernabeu.
“Saya bertemu dengannya di lorong dan, seperti biasa, dia sangat ramah,” kata Perez pada pertunjukan ‘El Transistor’ milik Onda Cero.
“Kami memiliki sedikit lelucon, saya mengatakan kepadanya bahwa dia seharusnya bermain di Madrid dan dia mengatakan tidak ada yang memanggilnya.”.
Mungkin akan menjadi jengah jika ia biasa membela Barcelona dan kini beralih melawannya di La Liga. Meskiupun demikian, dengan usianya yang kini telah menyentuh 34 tahun, tentu keinginannya takkan terwujud.