Moratti Mengaku Telah Melakukan Kesalahan Besar

Massimo Moratti

Diakui oleh Mantan Presiden Inter Milan Massimo Moratti bahwa keputusannya mendatangkan Rafael Benitez merupakan sebuah kesalahan besar. Walau memiliki status sebagai manajer top Eropa, Benitez dikatakan tidak berhasil menciptakan rasa nyaman di ruang ganti.

Benitez direkrut Moratti sebagai pengganti Jose Mourinho yang hengkang dan menjadi pelatih Real Madrid pada musim panas 2010. Beban berat Benitez ialah dia menjadi pengganti manajer yang baru saja menyumbangkan treble winners.

Namun akhirnya Benitez cuma bertahan enam bulan sebelum diberhentikan setelah membawa Inter menjuarai Piala Dunia Antarklub. Pemecatan ini berdasarkan hasil buruk Nerazzurri di Serie A yang mengakibatkan mereka tersingkir dari persaingan gelar juara.

Tak hanya itu, kondisi ruang ganti juga memanas akibat konflik antara Benitez dan sejumlah pemain bintang terutama Marco Materazzi.

Enam tahun telah berlalu, baru sekarang Moratti mengakui bahwa keputusan yang  diambilnya dulu merupakan kesalahan terbesar yang mengakibatkan suasana tim tidak membantu.

“Saya merasa keputusan mendatangkan Benitez merupakan sebuah kesalahan,” kata Moratti.

“Memang, dia adalah seorang profesional yang cukup hebat, namun terdapat sebuah perbedaan yang cukup besar dalam hal komunikasi, karakter, dan hasil,” tambahnya.

“Saya tak pernah mengganggunya, namun kadang kala saya harus melakukannya, sebab dia membuat kami tidak dapat bermain dengan percaya diri.”

“Kami hidup seperti dalam teror dan mesti waspada penuh agar tak menyinggung siapapun. Tidak ada semangat pemain kala itu sebab kita harus antusias agar bisa menang.”

“Saya sering mengatakan pada para pemain agar menikmati permainan mereka. Hal ini yang tak dimiliki Benitez. Maka kami coba mengundang Leonardo, yang adalah salah satu manajer terbaik yang pernah saya punya. Dia pria cerdas, direktur dan juga manajer hebat,” tutupnya.