Mihajlovic Murka Dengan Penampilan Milan

Sinisa Mihajlovic

AC Milan kembali mendapatkan masa tidak menyenangkan akhir-akhir ini. Penampilan yang tak juga membaik ini telah membuat sang manajer Sinisa Mihajlovic marah besar.

Milan seharusnya bisa memulai tahun 2016 dengan baik ketika mereka membukukan catatan tak terkalahkan di sembilan pertandingan secara berturut-turut, termasuk menundukkan Inter Milan 3-0.

Kedudukan Mihajlovic yang sempat digeser kembali aman dan penampilan Milan mulai banyak mendapat pujian. Akan tetapi, posisinya bisa kembali berada dalam ancaman usai Rossoneri menurun drastis dalam empat laga terakhir.

Cuma dua angka diperoleh dengan pertandingan terakhir diselesaikan dengan kegagalan 1-2 dari Atalanta, Minggu (3/4/2016) malam WIB. Milan sekarang berada diurutan keenam dengan perolehan 49 angka, tertinggal enam angka dari Inter yang berada di atasnya dan merupakan batas akhir zona Eropa.

Dengan pemuncak klasemen, Juventus, akan menjadi rival mereka minggu depan, Mihajlovic terpaksa harus “menghukum” anak didiknya dengan melakukan ritiro selama seminggu ini. Manajer kelahiran Serbia itu telah murka melihat permainan anak didiknya.

“Dua angka dari empat pertandingan benar-benar tidak dapat diterima. Saya minta maaf terhadap suporter dan akan bertanggung jawab,” ujar Mihajlovic.

“Kami akan melakukan ritiro sampai semuanya kembali membaik. Saya berpesan pada tim bahwa jalannya telah berbeda sekarang ini. Kami tidak boleh lagi melihat ke belakang dan kami akan berhadapan dengan Juve minggu depan. Tidak ada yang pasti dalam sepakbola. Kami harus tampil dengan baik,” sambungnya.

“Kami melakukan ritiro dalam menyelesaikan masalah yang ada dan mencari jalan keluarnya. Bila usai 31 minggu berlalu di Serie A, saya masih mengatakan ini maka masih terdapat kelemahan dalam tim ini. Bahkan dengan latihan sekalipun, ada sejumlah area dan juga komitmen yang tak bisa kami tingkatkan.”

“Bila Anda tidak berupaya, Anda tidak dapat sukses. Kami tidak memiliki cukup semangat. Laga telah jadi buktinya dan tidak ada gunanya melakukan kesalahan yang sama. Kami berturut-turut bisa memimpin lebih dulu namun kami harus bisa tancap gas dan menyelesaikan laga lebih cepat. Kami tidak melakukan itu dan itu bukan yang pertama musim ini,” tutupnya.