Jupp Heynckes Sarankan Pembela Madrid Untuk ‘Santai’ Melihat Zidane Bekerja

Jupp Heynckes, Zinedine Zidane, Bayern Munich, Real Madrid

Jupp Heynckes – Zinedine Zidane

Pelatih Bayern Munich saat ini yaitu Jupp Heynckes, telah meminta para penggemar sepakbola dunia khususnya pendukung Real Madrid untuk “santai” seraya ia membela rekan sesama pelatihnya, Zinedine Zidane.

Pelatih berusia 72 tahun itu juga menyinggung pendapat berbagai pihak pada lima pekan lalu dimana semua orang masih percaya bahwa Los Blancos adalah tim terbaik di dunia.

Namun menyusul rentetan hasil yang mengecewakan di ibukota Spanyol, dan puncaknya dalam kekalahan 3-0 dari Tottenham di Liga Champions pada hari Rabu lalu, posisi pelatih Prancis tersebut di bawah ancaman setelah 18 bulan sukses.

Heynckes, yang sempat menjadi pelatih Real Madrid selama musim 1997-98 lalu, percaya bahwa Zidane tak harus segera dipecat terutama dengan hasil kerjanya dimana Ia telah meraih  dua kemenangan terakhir Liga Champions secara berturut-turut.

“Lima minggu yang lalu, Madrid adalah tim terbaik di dunia tapi sekarang mereka dikritik oleh semua orang,” kata pelatih yang pernah meraih treble pada tahun 2013, termasuk membawa gelar juara Liga Champions untuk Bayern.

“Itu adalah bagaimana menilai keadaan saat ini, sangat cepat. Dunia sepak bola harus sedikit rileks dan sedikit lebih objektif dan realistis. Kupikir saya sudah melakukannya. ”

Zidane melangkah menjadi pelatih utama pada Januari 2016, saat ia mengambil alih tugas dari Rafa Benitez yan saat itu menjadi pelatih kepala Madrid. Ia membawa Madrid keposisi ketiga di Ka Liga, setelah kalah di  tiga pertandingan.

Mantan pemain Internasional Prancis itupun juga  menikmati kemenangan menakjubkan dipertandingan pertamanya, dengan skor 5-0 saat menghadapi Deportivo La Coruna.Ia belum bisa meraih gelar La Liga di musim itu namun Ia mampu mengalahkan rival sekotanya Atletico melalui adu penalti di final Liga Champions yang membuat nama Zidane menggema saat itu juga..

Dua belas bulan kemudian, Zidane berhasil mengklaim gelar La Liga dari tangan Barcelona, bahkan menciptakan sejarah dimana Ia menjadi kepala pelatih pertama yang mampu mengangkat trofi Liga Champions secara beruntun dimana kali ini Juventus menjadi korban Madrid di laga fona.

Madrid juga memenangkan FIFA Club World Cup 2016 mengalahkan Kashima Antlers setelah perpanjangan waktu, dan UEFA Super Cup. Mereka hanya gagal di Copa del Rey.

Musim ini, mereka tetap bertarung untuk semua kompetisi, namun akibatnya mereka melambat di kampanye liga dimana mereka saat ini memiliki selisih delapan poin di bawah Barcelona hingga pertandingan putaran ke 11, dan memiliki selisih dengan Valencia dengan empat poin.