Inilah Salah Satu Alasan Mengapa Nabil Fekir Dianggap Sebagai Zinedine Zidane Masa Depan

Zinedine Zidane Nabil Fekir, Zinedine Zidane, Nabil Fekir, Ligue 1, Liga Prancis, Nabil Fekir Lyon

Zinedine Zidane Nabil Fekir

Salah satu gol terbaik di Eropa saat ini adalah gol yang dicetak pada bulan Agustus lalu dimana  playmaker dari Lyon yaitu Nabil Fekir menerima bola di dekat garis tengah lapangan dan secara mengejutkan ia langusng mengirimkannya menuju gawang Bordeaux. Sayangnya penjaga gawang mereka yaitu Benoit Costil tak mendugannya dan tak mampu menjangkau serangan mendadak tersebut. Dan yang manjadi hal tersebut luar biasa adalah, ia melakukannya menggunakan kaki kanan yang lebih lemah.

Itu adalah sebuah tembakan yang mengingatkan pada gol yang sempat dilakukan oleh Zinedine Zidane saat bermain Bordeaux pada tahun 1995 yang juga berasal dari jarak jauh namun lebih pendek dibandingkan dengan yang dilakukan Fekir. Meskipun demikian, Ia menembakkan bola tersebut dengan kaki kirinya yang lemah. Gol itu dicetak saat pertandingan UEFA Cup menghadapi Real Betis, dan “Zizou” sangat inspirasional dalam perjalanan ke final.

Dengan kesamaan dan performanya tersebut, Fekir sering dibandingkan dengan Zidane. Fekir sendiri sebenarnya pemain gelandang keturunan Aljazair dengan keterampilan pada bola yang halus dan visinya yang fenomenal. Zidane pun telah jatuh cinta dengan gelandang Lyon tersebut sejak musim terobosannya yang memukau di tahun 2014-15, saat ia membawa klub Ligue 1 melalui badai dengan 13 gol dan sembilan assist.

“Nabil adalah pemain yang luar biasa, dia mengesankan saya secara teknis,” kata Zidane pada dua tahun lalu. Manajer Real Madrid tersebut sempat dilaporkan telah mempertimbangkan untuk menandatangani gelandang itu musim panas lalu. Namun sayangnya hal tersebut tak terjadi.

Fekir sendiri juga takkan menepis tawaran idulanya seandainya ia dipinang oleh Madrid. Ia mengatakan,¬† “Jika Zizou menelepon, saya akan ke sana besok, saya tidak akan pernah menolaknya,”.

Real telah mengirim tim pencari bakatnya untuk menonton Fekir dalam banyak kesempatan, namun dia sendiri adalah penggemar Barcelona, bahkan sempat mengaku bahwa dirinya secara terbuka memimpikan untuk dapat pindah ke Camp Nou.

Kemampuan Fekir untuk mendikte tempo dan menemukan ruang bisa membuatnya menjadi pengganti potensial untuk Andres Iniesta, tapi itu bukan pilihan tahun ini. Memang, sementara sebagian besar bintang Lyon pindah ke padang rumput baru di musim panas, Fekir masih tetap di klub. Alexandre Lacazette akhirnya bergabung dengan Arsenal, sementara Corentin Tolisso menjadi penandatanganan Bayern Munich. Kapten veteran Maxime Gonalons juga telah berangkat menuju Roma.