Gianluigi Buffon Ingin Publik Bersedih Ketika Dirinya Sudah Pensiun

 

Kiper Juventus, Gianluigi Buffon, memang sudah terlalu tua untuk ukuran pesepakbola, namun ia tetap tampil cemerlang ketika melawan tim kuat seperti AS Monaco. Lantas, Buffon pun mengaku ingin melihat publik bersedih disaat dirinya sudah pensiun nantinya.

Juventus berhasil menaklukkan Monaco dengan skor akhir 2-0 di Stade Louis II tepatnya di leg I semifinal Liga Champions, Kamis (4/5/2017) subuh tadi. Sepasang gol kemenangan Juve itu diciptakan oleh Gonzalo Higuain di masing-masing paruh.

Bianconeri memang berhasil menang lewat 2 gol Higuain. Namun, andil Buffon dalam pertandingan ini pun amat krusial. Sebab, ia mampu melakukan 5 penyelamatan krusial dari ancaman-ancaman kedua striker andalan Monaco, yakni Kylian Mbappe serta Radamel Falcao.

Berkat perfoma apiknya dalam mengawal sarang Juventus agar tidak kecolongan, kiper asal Italia telah mengukir sebuah rekor baru buat klub, yaitu membukukan 6 clean sheet secara beruntun.

Tak hanya itu, Buffon pun mengukir pencapaian individu dengan mencatatkan 100 laga di Liga Champions dengan Juventus. Bahkan, sekarang ini ia juga menjadi pesepakbola Italia kedua yang mampu mencatatkan hal itu usai sebelumnya ada Paolo Maldini.

Dengan sejumlah torehan itu bersama Juventus, hal ini cukup membuktikan kalau Buffon tetap di performa terbaik walaupun umurnya sudah tak muda lagi. Ia pun berharap nantinya publik bakal bersedih karena merindukan penampilannya.

“Di tiap laga saya selalu mau memperlihatkan kalau saya pantas tampil di tingkat ini walaupun sudah tak muda lagi. Saya bekerja keras setiap hari hanya untuk hal itu. Suatu hari nanti saya bakal mengakhirinya, saya mau publik bersedih lantaran itu (menutup karier),” ucap Buffon setelah laga kontra Monaco, yang dilansir dari salah satu media.

“Kami bermain amat oke hari ini, performa yang kami perlukan di Monaco, lantaran mereka memiliki ancaman yang amat berbahaya. Kami bakal membenahi penampilan kami setiap hari. Kami telah selangkah lebih dekat dengan target kami. Terlalu naif kalau kami tak bekerja sekeras mungkin saat ini,” ujarnya.