Enrique Rela Jika Harus Kalah Melawan Gijon

Luis Enrique

Barcelona berkeinginan melanjutkan rangkaian kemenangan ketika bertemu dengan Sporting Gijon di El Molinon, Rabu (18/2/2016). Luis Enrique menilai kemenangan atas Gijon belum memberikan kepastian Barca akan juara.

Dalam 30 laga kompetitif usai mengalahkan Celta Vigo 6-1, hingga kini Blaugrana belum terkalahkan. Kegagalan terakhir kali dirasakan Lionel Messi dkk ketika bermain di kandang Sevilla pada awal Oktober 2015 lalu dengan skor 1-2.

Kini Barca memimpin klasemen La Liga dengan perolehan 57 poin dari 23 laga, tiga poin di atas rival terdekatnya yakni Atletico Madrid dan empat poin dari Real Madrid di posisi ketiga.

Jika Barca sukses menundukkan Gijon, itu artinya mereka akan semakin jauh meninggalkan para rivalnya dan juga membuka lebar-lebar kesempatan mempertahankan mahkota juara. Ditambah lagi di sisa laga Los Cules Barca hanya perlu menghadapi Sevilla, Madrid, dan Villarreal, sebagai lawan-lawan yang diperkirakan menghambat.

Manajer Barcelona mengatakan bahwa dia merasa sebuah keberhasilan disana akan menjadi sebuah langkah besar untuk mencapai target mereka namun itu tidak akan menentukan liga. Mereka akan melakukan laga yang mereka lewatkan. Ini memberi mereka peluang untuk memperbesar jarak pada lawan-lawan. Memang ini akan sulit. Sporting merupakan tim yang dilatih dengan baik dengan pertahanan yang bagus.

Pada tahun 1991, Enrique berpindah ke Madrid dimana sebelumnya dia memulai kariernya sebagai pesepakbola bersama Gijon. Pertandingan ini adalah saat yang istimewa untuk sang entenador.

Enrique mengatakan bahwa ini merupakan rumahnya namun dia akan melaksanakan pekerjaannya yakni sebagai pelatih Barca. Jika pun laju tidak terkalahkan mereka berhenti, dirinya mengaku rela bila hal itu terjadi di El Molinon, namun dia berharap hal itu tidak terjadi.

Dalam tiga kunjungan terakhirnya, Barca terlihat cukup kesusahan saat bermain di kandang Gijon. Walau tidak pernah gagal yakni dua kali menang dan sekali seri, namun Barca hanya bisa mencetak masing-masing satu gol di setiap laga dan kecolongan satu kali.