Calon Presiden FIFA Mengecam Tuduhan Palsu

Calon presiden FIFA, Sheikh Salman telah mengecam “tuduhan palsu” atas masa jabatannya sebagai kepala Asosiasi Sepakbola Bahrain.

Dia telah dituduh oleh kelompok hak asasi manusia Bahrain terlibat dalam penahanan dan penyiksaan terhadap pemain dan atlet lainnya. “Saya tidak dapat menyangkal sesuatu yang saya tidak lakukan,” kata pria berusia 49 tahun itu kepada BBC Sport. “Tuduhan tersebut tidak hanya merusak, itu benar-benar menyakiti saya. Sebagian orang memiliki agenda tersembunyi.”

Sheikh Salman bin Ebrahim al-Khalifa mengatakan kepada BBC Richard Conway: “Ini tidak hanya merusak saya, kabar bohong itu juga merusak rakyat dan negara ini. “Ini adalah tuduhan palsu, kebohongan jahat yang telah diulangi berkali-kali di masa lalu dan masa kini.”

Pencalonannya untuk menggantikan Sepp Blatter sebagai presiden badan sepak bola dunia itu harus disampaikan sebelum jam 23:00 GMT pada hari Senin.

  • Salman tidak akan mengambil gaji jika ia terpilih sebagai presiden FIFA.
  • Dia mendukung Piala Dunia 2018 dan 2022 untuk tetap dilangsungkan di Rusia dan Qatar.
  • Tuduhan pelanggaran hak asasi manusia adalah palsu dan “merusak Bahrain”, katanya.
  • Dia mendukung pembatasan masa jabatan presiden FIFA menjadi tiga periode dan 12 tahun.

Menjabat sebagai Presiden Konfederasi Sepakbola Asia sejak 2013, Sheikh Salman bersumpah untuk membersihkan reputasi FIFA, yang telah dibuat compang-camping menyusul serentetan tuduhan korupsi, yang dimulai pada bulan Mei ketika tujuh pejabat tinggi FIFA ditangkap di Zurich.

“Dengan dukungan yang akan saya dapatkan, kita akan memulihkan keadaan ini dengan sangat cepat,” katanya. “Kami memiliki contoh besar dari organisasi sepak bola di seluruh dunia – Liga Premier, Bundesliga, bahkan UEFA yang dari sisi sepakbola dan sisi pendapatan, bahkan tidak lebih besar dari FIFA, tapi ditangani dengan cara yang sangat profesional. Dan ini adalah FIFA yang kita inginkan. “

Kepada delapan kandidat lainnya yang juga turut mencalonkan diri untuk menjadi presiden FIFA, Salman menambahkan: “Untuk calon lainnya, mereka harus realistis juga. “Kecuali Anda didukung oleh konfederasi Anda, itu akan menjadi pekerjaan yang sangat sulit.”