Bordeaux Melepaskan Pelatih Utama Dan Pemainnya Dalam Waktu Satu Hari

Jocelyn Gourvennec, Bordeaux, Jeremy Toulalan

Jocelyn Gourvennec Bordeaux

Pada hari Jumat kemarin, Bordeaux telah mengumumkan resminya bahwa Jocelyn Gourvennec selaku pelatih kepala timnya, telah meninggalkan perannya dikepelatihan. Selain itu mereka juga ditinggalkan oleh seorang pemainnya lagi, yang memintanya untuk membatalkan kontraknya yang masih ada setengah musim lagi.

Gourvennec memimpin Les Girondins pada bulan Mei 2016 lalu menggantikan pelatih sementara mereka yaitu Ulrich Rame selama dua bulan karena kepergian Willy Sagnol yang dipecat saat itu.

Ia pun mampu membawa klub tersebut keperingkat keenam klasemen musim lalu bahkan pada musim ini Ia sempat membawa timnya kuat bahkan sampai bertengger di peringkat  ke tiga klasemen saat berada di putaran ketujuh. Namun setelah itu ia mengalami hasil buruk terutama sejak menghadapi PSG akhir Sepetember lalu. Tercatat dalam 16 pertandingan terakhirnya Ia membawa Bordeaux dua kali menang dan 12 kali kalah, dalam semua kompetisi.

Dari 16 pertandingan tersebut tujuh diantaranya adalah kekalahan klub tersebut di Ligue 1, dimana kekalahan terakhirnya adalah saat menghadapi Caen dengan skor 2-0,  yang membuat mereka bertengger diperingkat ke-13 klasemen, terpaut dua poin dari zona degradasi.

Akhirnya mantan pelatih Guingamp dipecat pada keesokan harinya, dan Pelatih kebugaran mereka yaitu Eric Bedouet, telah ditempatkan sebagai pelatih sementara di tim utama sebelum mereka mencari pengganti permanen.

Hal tersebut diungkapkan oleh situs resmi klub tersebut yang menuliskan, “Sampai sekarang, Jocelyn Gourvennec tidak lagi menganggap tanggung jawab pembinaan tim utama, “.

“Eric Bedouet bertanggung jawab atas kelompok tersebut, sambil menunggu pengangkatan seorang pelatih baru, yang akan segera bertugas.”.

Selain melepaskan pelatihnya, Bordeaux juga mengumumkan kepergian pemain gelandang bertahannya yaitu Jeremy Toulalan. Diketahui bahwa pemain yang telah berusia 34 tahun tersebut meninggalkan Matmut Atlantique, karena ia sendiri yang membatalkan kontraknya di klub yang telah merekrutnya di musim panas 2016 lalu, setelah masa baktinya di Monaco habis.

Mantan pemain Internasional Prancis yang pernah mencicipi dua kali gelar juara di Ligue 1 bersama Lyon, memang telah menandatangani kontrak dengan Bordeaux selama dua musim namun sang pemain telah meminta kepergiannya dari Bordeaux lebih awal setelah Gourvennec keluar, dan klub setuju untuk membiarkannya pergi.

“Apapun yang akan dilakukan Jeremy selanjutnya, semua orang di sini menginginkan klub terbaiknya,” kata Bordeaux dalam sebuah pernyataan.

“Citra yang akan menjadi miliknya di Le Haillan adalah salah satu pemain kelas satu, profesional hebat dan orang baik yang sangat dicintai oleh semua anggota staf Girondins. Terima kasih dan selamat tinggal Jeremy. “