Arjen Robben Ungkap Kenangannya Saat Menghadapi Dortmund

Arjen Robben, Bayern Munich, Borussia Dortmund

Arjen Robben Saat mengalahkan Borussia Dortmund di final Liga Champios

Hampir setengah jalan memasuki musim kesembilannya di Bundesliga, pemain sayap Bayern Munich asal Belanda yaitu Arjen Robben, telah mengetahui rivalnyaBorussia Dortmund seperti punggung tangannya.

Pemain berusia 33 tahun tersebut telah mencatat sepuluh gol dan lima assist dalam 20 pertemuan dengan BVB hingga saat ini, dan terkenal karena mematahkan hati para penggemar Dortmund karena berhasil menciptakan gol di pertandingan final UEFA Champions League 2013 lalu dan memenangkannya..

Ia pun sempat mengungkapkan kenangannya tentang pertarungan yang pernah dihadapinya saat menghadapi Dortmund.

“Saya punya banyak kenangan indah, tentu saja. Selalu menjadi pertandingan yang bagus antara kedua tim. Saya sudah berada di Bayern selama delapan tahun sekarang, ini adalah musim kesembilan saya. Ketika saya pertama kali pindah ke sini mereka tidak menantang di puncak klasemen, tapi sekarang mereka berbeda. Ini selalu sangat kompetitif dan ada banyak permainan hebat di masa lalu.”.

Memang ada sebuah pertandingan yang tidak begitu nyaman untuknya, tepatnya pada tahun 2012  dimana dirinya sempat gagal mengeksekusi tendangan penalti dan sempat bersitegang dengan Neven Subotic. Pemain tersebut masih mengingatnya.

“Ya, itu beberapa waktu yang lalu dan banyak yang telah dikatakan tentang hal itu. Selalu ada emosi yang terlibat dalam permainan dan saya melewatkan penalti dan Anda bisa melihat reaksi yang salah terhadap itu. Jelas dia seharusnya tidak bereaksi seperti itu. Kami membalas dendam di final Liga Champions. Itu banyak terjadi di sepakbola, biasanya Anda menuai apa yang Anda tabur. Aku terjebak dalam pikiran saya sendiri dan jelas seharusnya dia tidak melakukan itu, tapi tidak apa-apa.”

Ia pun sempat menceritakan tentang gol yang paling berkesan selain gol yang ia lepaskan saat memenangkan gelar final Liga Champions 2013.

Ia mengatakan, “Ya, saya beruntung bisa mencetak beberapa gol melawan Dortmund! Gol pertama di final Piala DFB 2014 di perpanjangan waktu di Berlin menonjol. Dan di Piala DFB 2013 di kandang sendiri, saya pikir di babak 16 besar, atau perempat final saya mencetak gol pertama. Mereka adalah gol bagus, tapi juga gol penting bagi kami.”.